TUNAWISMA
(SEKANDUNG)
Dilahirkan dari rahim yang sama,,,
Dibesarkan oleh setanak nasi berdua,,,
Kecil mungil hidup bahagia,,,
Dalam ayunan karet kita bercengkrama,,,
Kini dewasa telah menyapa,,,
Masa kecil hanya terbuang sia-sia,,,
Semua harapan indah menjadi hampa,,,
Hanya karena selisih orang tua,,,
Asap kendaraan bak jadi teman,,,
Nasib tragis orang jalanan,,,
Garis hidup yang di taqdir Tuhan,,,
Memang sewajarnya harus di jalankan,,,
Walaupun badai kencang menerpa,,,
Panas terik matahari tak menjadi kendala,,,
Beginilah hidup menjadi tunawisma,,
Menjadi ejekan orang yang bersuara,,,
Jalan masih panjang untuk ditempuh,,,
Terlalu dini untuk katakan kita lumpuh,,,
Walaupun hanya kenakan pakaian-pakaian lusuh,,,
Tapi jangan sekali-kali katakan kami rapuh,,,
Author: Agus Bashori

Tidak ada komentar:
Posting Komentar